PLTD Apung Aceh

PLTD Apung 1 adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda AcehIndonesia, yang saat ini dijadikan tempat wisata, yang dikenal dengan nama “Kapal Apung“. Kapal ini memiliki luas sekitar 1.900 Kilo Meter Persegi, dengan panjang mencapai 63 Meter.

Sejarah

Kapal Apung ini memang sudah berpindah fungsi dari Pembangkit Listrik menjadi Objek Wisata Aceh. Mesin pembangkit listrik yang kekuatan dayanya mencapai 10,5 Megawatt, dahulunya berada di dalam kapal, tetapi sekarang sudah dipindahkan pada Tahun 2010. Saat ini, Kapal Apung tersebut berada di bawah pengelolaan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Kapal berbobot 2.600 ton ini sebelumnya berada di laut tepanya dipelabuhan penyeberangan Ulee Lheuh, tempat berdirinya sekarang (Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh). Pada Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 8:45 WIB kapal ini terseret 2,4 km ke daratan akibat gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 9 meter.

Kapal ini diberikan kepada pemerintah Aceh saat konflik antara pemerintah dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) berlangsung. Pada tahun 2012-2013, kapal direnovasi. Para pengunjung bisa naik ke atas kapal dan saat ini area sekitarnya sudah dilengkapi 2 menara, sebuah monumen, jalan setapak, dan air mancur.

Credited By : PT. Adiguna Jaya (Tour & Travel Aceh – Medan)

Taman Putro Phang & Taman Sari Gunongan Kandang

Taman Putroe Phang (Taman Putri Pahang) adalah taman Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) untuk permaisurinya Putroe Phang yang berasal dari Kerajaan Pahang. Taman ini dibangun karena sultan sangat mencintai Putri Pahang dan agar sang permaisuri tidak kesepian bila di tinggal sultan menjalankan pemerintahan.

Pembangunan taman dikisahkan merupakan permintaan dari Putroe Phang, putri raja yang dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda setelah kerajaan Pahang ditaklukan.

Di dalam taman ini terdapat Pinto Khop yaitu gerbang kecil berbentuk kubah yang merupakan pintu yang menghubungkan taman dengan istana. Pinto Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, di sanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Di sana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri keramas dan mandi bunga.

 

 

 

Taman Sari Gunongan adalah salah satu tempat peninggalan budaya yang bernilai sejarah dan masih dapat kita saksikan dalam keadaan utuh yang berada di kota Banda Aceh. Taman Sari ini terletak di pusat Kota Banda Aceh, tepatnya di depan kantor walikota Banda Aceh dan berada disebelah kiri masjid Baiturrahman Banda Aceh.

Taman Sari Gunongan ini adalah peninggalan dari Kerajaan Aceh. Gunongan di bangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memerintah tahun 1607-1636. Awal mula Taman Sari ini dibangun, ketika sang Permaisuri yang berasal dari Kerajaan Pahang meminta kepada Sultan Iskandar Muda untuk dibangunkan sebuah taman sari yang sangat indah dengan Gunongan yang berfungsi untuk menghibur diri.

Taman Sari Gunongan ini adalah bagian dari suatu kompleks yang lebih luas, yaitu kompleks Taman Ghairah. Taman Ghairah ini memiliki beberapa bagian. Yang pertama adalah bagian Gunongan. Gunongan ini memiliki tinggi 9,5 meter yang dibangun dalam tiga tingkat dan berbentuk seperti bunga. Yang kedua adalah Penterana Batu. Penterana Batu ini seperti kursi yang berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar dengan cekung di bagian tengah. Yang ketita adalah Kandang Baginda. Kandang Baginda merupakan sebuah lokasi pemakaman keluarga Sultah Kerajaan Aceh. Yang keempat adalah Medan Khairani. Medan Khairani merupakan sebuah padang luas disisi barat Taman Ghairah yang pernah dihiasi dengan pasir dan kerikil yang dikenal dengan nama sebutan kersik batu Pelinggam.

Yang kelima adalah Balai. Balai merupakan bangunan yang banyak di bangun di dalam Taman Ghairah. Dan yang keenam adalah Phinto Khop. Phintu Khop ini merupakan pintu penghubung antara istana dengan Taman Ghairah.

 

Credited By : PT Adiguna Jaya (Tour & Travel Aceh-Medan)

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh (bahasa InggrisAceh Tsunami Museum) adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan bencana dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Desain

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal BandungJawa BaratRidwan Kamil. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

 

 

Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.

Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk “bukit pengungsian” bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.

Koleksi

Pameran di museum ini meliputi simulasi elektronik gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, serta foto korban dan kisah yang disampaikan korban selamat.  

Kalian bisa melihat isi koleksi nya lengkap disini

Credited By : PT Adiguna Jaya (Tour & Travel Aceh – Medan)

Mesjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah Masjid yang terletak di pusat kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini adalah landmark Banda Aceh dan selamat dari tsunami Samudra Hindia 2004.

Masjid Raya Baiturrahman awalnya dirancang oleh arsitek Belanda Gerrit Bruins. Desainnya kemudian diadaptasi oleh L.P. Luijks, yang juga mengawasi pekerjaan konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor Lie A Sie. Desain yang dipilih adalah gaya kebangkitan Mughal, yang dicirikan oleh kubah besar dengan menara-menara. Kubah hitam uniknya dibangun dari sirap kayu keras yang digabung menjadi ubin.

Interiornya dihiasi dengan dinding dan pilar be-relief, tangga marmer dan lantai dari Tiongkok, jendela kaca patri dari Belgia, pintu kayu berdekorasi, dan lampu hias gantung perunggu. Batu-batu bangunannya berasal dari Belanda. Pada saat penyelesaiannya, desain yang baru pada masanya ini sangat kontras dibandingkan dengan masjid-masjid khas Aceh disaat itu, yang mengakibatkan banyak orang Aceh menolak untuk shalat di Masjid Raya Baiturrahman ini, ditambah lagi karena masjid ini dibangun oleh “orang kafir” Belanda. Namun sekarang, Masjid Raya Baiturrahman telah menjadi masjid kebanggaan Banda Aceh.

Masjid Raya yang asli dibangun pada tahun 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Ada juga yang mengatakan kalau masjid yang asli dibangun lebih awal pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah. Masjid Kerajaan yang asli menampilkan atap jerami berlapis-lapis, yang merupakan fitur khas arsitektur Aceh.

Ketika Kolonial Hindia Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada 10 April 1873, masyarakat Aceh menggunakan Masjid Raya yang asli sebagai benteng pertempuran, dan menyerang pasukan Royal Belanda dari dalam masjid. Pasukan Royal Belanda pun membalas dengan menembakkan suar ke atap jerami masjid, yang menyebabkan masjid terbakar. Jendral van Swieten pun menjanjikan pemimpin lokal bahwa dia akan membangun kembali Masjid Raya dan menciptakan tempat yang hangat untuk permintaan maaf. Pada tahun 1879 Belanda membangun kembali Masjid Baiturrahman sebagai pemberian — dan untuk mengurangi kemarahan — rakyat Aceh. Konstruksi dimulai pada tahun 1879, ketika batu pertama diletakkan oleh Tengku Qadhi Malikul Adil, yang kemudian menjadi imam pertama di Masjid Raya baru ini, dan diselesaikan pada 27 Desember 1882 ketika masa pemerintahan Sultan terakhir Aceh, Muhammad Daud Syah. Banyak orang Aceh yang awalnya menolak untuk beribadah di Masjid Raya Baiturrahman yang baru ini karena dibangun oleh orang Belanda, yang awalnya merupakan musuh mereka. Namun sekarang Masjid ini telah menjadi kebanggaan Banda Aceh.

Pada awalnya, Masjid Raya Baiturrahman hanya memiliki satu kubah dan satu menara. Kubah-kubah dan Menara-menara ekstra baru ditambahkan pada tahun 1935, 1958, dan 1982. Hari ini Masjid Raya Baiturrahman memiliki 7 kubah dan 8 menara, termasuk yang tertinggi di Banda Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman selamat dari Gempa dan Tsunami 2004 dengan hanya mendapat sedikit kerusakan seperti beberapa dinding yang retak. Salah satu menara 35 meter juga mengalami sedikit keretakan dan menjadi sedikit miring akibat gempa tersebut. Disaat bencana alam tersebut, Masjid ini digunakan sebagai tempat penampungan sementara untuk orang-orang yang terlantar dan baru dibuka kembali untuk ibadah setelah 2 minggu.

Credited By : PT Adiguna Jaya (Tour & Travel Aceh – Medan)

Kunjungan Presiden Jokowi ke Aceh pada Hari Raya Idul Fitri 2015

Assalamualaikum
Minal Aidin walfaizin
Kami segenap karyawan dan pimpinan ADIGUNA RentCar mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 2015

Pada kesempatan ini alhamdulilah Presiden RI Bpk.JOKOWI berkesempatan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama masyarat Aceh tepatnya di kota Banda Aceh.
dan alhamdulilah ADIGUNA RentCar diberi kepercayaan oleh team Protokol Kepresidenan untuk mempersiapkan semua keperluan kendaraan oprasional Presiden RI beserta rombongan selama berada di Banda Aceh.
Tidak hanya di Banda Aceh, ADIGUNA RentCar juga dipercaya mempersiapkan kendaraan oprasional Presiden RI beserta rombongan selama berada di Meulaboh.

IMG_20150717_140029
(kanan) Presiden RI, Bapak Joko Widodo (kiri) Owner ADIGUNA GROUP, Bapak Supriadi

Adiguna RentCar mengucapkan terimakasih kepada team protokol kepresidenan dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai penyedia jasa kendaraan,
dengan ini kami berharap kedepan seluruh kerjasama ADIGUNA RentCar dengan pihak lain baik instansi dinas maupun perorangan dapat terjalin lebih baik lagi.

ADIGUNA RENTCAR
Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh
TLP/ FAX : 0651 34785
Handphone : +62853 6129 2222
WA +628126991210
EMAIL : supriadiadiguna1976@gmail.com

Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT Aceh)

Ministerial-Meeting-IMT-GT-011Adiguna Group.Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) berdiri pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-1 di Langkawi, Malaysia, pada 20 Juli 1993. IMT-GT ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara IMT-GT. Melalui kerja sama IMT-GT, sektor swasta terus didorong menjadi “engine of growth”. Untuk tujuan tersebut telah dibentuk suatu wadah bagi para pengusaha di kawasan IMT-GT yang disebut Joint Business Council (JBC). JBC secara aktif ikut dilibatkan dalam rangkaian SOM/MM IMT-GT setiap tahunnya.
Wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT adalah provinsi-provinsi: Aceh, Bangka-Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

10608313_747636811972274_4426032611833952506_oPada tanggal 14 September 2014 IMT-GT yang Ke-20 diadakan di Provinsi Aceh Tepatnya di Kota Banda Aceh, dan lagi-lagi Adiguna Group sebagai jasa penyewaan Kendaraan Roda Empat selain Bill Clinton juga dipercayakan untuk menjadi sarana transportasi Acara IMT-GT Ke-20 Di Provinsi Aceh. Suatu Kehormatan bagi kami ADIGUNA Rental dapat Mem-Fasilitasi Unit Kendaraan Roda Empat ( 9 unit Toyota ALPHARD, 2 unit VELLFIRE dan 15 unit Toyota FORTUNER ) Banda Aceh ( 10 – 14 Sept 2014 ).

Program Paket Wisata

Tahun 2015 merupakan perpanjangan proses pengembangan bisnis rental mobil dari Adiguna Rent-Car. Tahun 2015 ini tentunya seperti yang saya informasikan adalah program paket wisata. Kemudian kami juga secara bertahap menyajikan reservasi hotel di Banda Aceh dan sekitarnya.

Paket Tour Banda Aceh – Sabang selama 3 hari, 2 malam (3 days, 2 night).
Harga mulai dari 3 jutaan rupiah per pax
Harga termasuk : Penginapan, makan, transport (mobil, feri, perahu kaca)
Note: Untuk info lebih lanjut segera hubungi kami

Pantai-LampuukKemudian bulan Juni 2015 ini, insya Allah Adiguna Rent-Car akan menambah lagi armada sewa mobil untuk memberikan pelayanan kepada konsumen setia kami. Bulan ini beberapa armada dengan beberapa merek mobil akan masuk ke basecamp kami.
Unit mobil tersebut yaitu Toyota All New Innova dan Toyota All New Avanza. Kemudian untuk melengkapi armada kami dalam pelayanan paket wisata kami juga menyediakan bus wisata Isuzu Elf dan Kia Pregio, kami juga menyediakan bus untuk paket 30-40 orang.

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik dari kami kepada konsumen yang menggunakan jasa sewa mobil di kota Banda Aceh, Sumatera Utara dan sekitarnya, tentunya ini semua sebagai tanda bahwa komitmen kami sebagai usaha pelayanan jasa sewa mobil dan travelling yang terbaik untuk anda.

Untuk info lebih lanjut hubungi kami,

ADIGUNA RENTCAR
Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh
TLP/ FAX : 0651 34785
Handphone : 0853 6129 2222
WA : 0812 699 1210
EMAIL : supriadiadiguna1976@gmail.com

Paket Rental Mobil Lebaran Idul Fitri 2015 – Termurah di Kota Banda Aceh

selamat-idul-fitri

DAFTAR HARGA PAKET SEWA MOBIL TAHUN BARU 2018

TOYOTA INNOVA = RP 300.000,- PER HARI

TOYOTA ALLNEW AVANZA = RP 250.000,- PER HARI

DAIHATSU NEW XENIA = RP 250.000,- PER HARI

Booking dan segera hubungi kami di :

ADIGUNA RENTCAR
Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh
TLP/ FAX : 0651 34785
Handphone : 0853 6129 2222
WA : 08126991210

EMAIL : supriadiadiguna1976@gmail.com

PROMO !!! Termurah di Kota Banda Aceh

ADIGUNA-RENTCAR adalah sebuah perusahaan penyewaan mobil yang beroperasi di Banda Aceh, Sumatera Utara, dan sekitarnya.

banner-mobil2

ADIGUNA-RENTCAR melayani berbagai macam penyewaan mobil, baik untuk perusahaan, perorangan, untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Jika anda perlu menyewa mobil, silahkan hubungi ADIGUNA-RENTCAR untuk mendapatkan rekomendasi yang terbaik.
Bersama ADIGUNA-RENTCAR, anda akan mendapatkan pengalaman terbaik untuk urusan penyewaan mobil anda.

Harga yang kami tawarkan:
1. Toyota Avanza harga mulai Rp.250.000/hari
2. Suzuki Ertiga harga mulai Rp.250.000/hari
3. Daihatsu Xenia harga mulai Rp.250.000/hari
4. Toyota Innova harga mulai Rp.300.000/hari
5. Juga menyediakan unit lain seperti Toyota LandCruisser, Toyota Alphard, Toyota Fortuner, dll
6. Kami juga menyediakan jasa supir : (mobil + supir) atau (mobil + supir + bahan bakar)

ADIGUNA RENTCAR
Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh
TLP/ FAX : 0651 34785
HP : 0853 6129 2222
WA : 0812 699 1210
EMAIL : supriadiadiguna1976@gmail.com

Sarana Transportasi Anda

gambar 6sewamobil.com. Sewa mobil pribadi untuk berbagi keperluan telah menjadi bagian kebutuhan masyarakat, adiguna berusaha memenuhi kebutuhan akan sarana transportasi pribadi yang AMAN dan NYAMAN,
Untuk keperluan keluarga, Kantor, antar/jemput bandara, wisata dan lainnya.,
Adiguna rental menyediakan kendaraan roda empat dengan asuransi all risk dan juga supir yang berpengalaman, ramah, serta sopan.
untuk pemesanan dan informasi silahkan hubungi melalui:
Telp/fax : 0651-34785
HP : 0812699 1210 / 0812699 9151
email : Rentcar@adigunagroup.com
PIN BB :7D0CD833 / 2A8798B5.